harga jasa desain rumah murah online


Arsitektur Rumah Panggung Betawi



Arsitektur rumah panggung Betawi


Rumah panggung menjadi gaya arsitektur Betawi. Seperti pada banyak rumah tradisional lain di indonesia, rumah panggung diciptakan atas dasar fungsi tertentu, seperti menghindari luapan air laut. rawa, atau sungai dan serangan binatang buas. Di Betawi, arsitektur ini bermula dari kehidupan masyarakatnya yang lekat dengan rawa atau sungai. 

KARAKTERISTIK masyarakat Betawi yang awalnya lahir dan tumbuh di lingkungan rawa dan sungai itu ditegaskan selarawan JJ Rizal dalam diskusi budaya “Menggali Mutiara Betawi” di Bentara Budaya Jakarta. Pada tubuh Jakarta. mengalir 13 sungai. Penduduk Jakarta pada masa lampau tinggal di sekitar sungai dan mengandalkan sungai untuk hidup. 

Dalam bukunya Babad Tanah Betawi, budayawan Betawi Ridwan Saldi juga mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi datangnya banjir, rumah yang didirikan haruslah rumah panggung. Tidak seperti keyakinan orang Tionghoa tentang posisi rumah yang baik dalam fengshui, rumah Betawi bisa menghadap ke arah mata angin mana saja, meskipun sedapat-dapatnya menghadap ke arah timur (ngetanin), tepat terbitnya matahari. Arah tersebut dianggap baik karena rumah akan mendapat siraman sinar matahari yang cukup pada pagi hari. 

Tradisi kota air (tinggal di sekitar perairan) berlanjut ketika penduduk mendirikan rumah di pedalaman, Di tepi rawa atau sungai tentu saja sumber air ada di depan rumah. maka di pedalaman orang meletakkan sumur di bagian depan rumah. Saat ini, karena alasan kepraktisan dan semakin sempitnya lahan, keberadaan sumur dl rumah-rumah memang kian sedlkit. Orang lebih banyak mengandalkan pompa-pompa listrik atau air dari PDAM.

Satu hal yang khas dan arsitektur Betawi yang berbentuk rumah pangguNg adalah bala suji. bala suji merupakan konstruksi tangga yang diletakkan di bagian depan rumah. Menurut Ridwan, bisa jadi ini merupakan arti harafiah dan istilah “rumah tangga”. Tangga ini sarat nilai filosotis. Bala suji bisa disejajarkan dengan konsep tangga spiritual dalam tradisi Betawi, memasuki rumah lewat tangga adalah proses menuju kesucian. Lambang bala suji terkait pula dengan sumur di depan rumah. Ldealnya, orang yang akan memasuki rumah membasuh kakinya dulu sehingga memasuki rumah dalam keadaan bersih. 

Saat ini filosofi rumah Betawi memang tak melulu harus diejawantahkan dalam bentuk bangunan fisik. Namun, paling tidak kita perlu mengetahui makna-makna yang sempat tercipta dan berbagai simbol agar nilai budaya Betawi tak semakmur luntur.