Pagar Rumah pengaruhi sosial penghuni


 

 

Bermacam alasan dikemukakan pemilik rumah ketika memasang pagar.  Mulai ingin rumah terlihat megah, berharap tercipta keamanan, hingga ingin menandai batas lahan rumah, Namun, lebih dari itu, pagar juga berdampak pada kehidupan sosial empunya rumah. Disadari atau tidak.

Ada beragam pilihan rumah, Misalnya, pakai pagar atau tidak. Rumah dengan pagar pun bervariasi. Mulai yang berpagar hanya 30 sentimeter hingga yang menjulan bak benteng. orang asing tidak dapat melongok ke rumah, Sebab, pagarnya rapat dan padat. Dengan begitu, bagian depan rumah dan halaman tak terlihat.

Namun, Cepat atau lambat, disadari atau tidak, timbul dampak tertentu dengan hadirnya pagar - pagar itu. Salah satunya dirasakan pada jiwa sosial pemilik rumah. Rumah dengan pagar yang tinggi misalnya. Boleh saja sang pemilik memasang pagar setinggi itu karena alasan keamanan. Atau ingin menampilkan kesan mewah. Lebih - lebih, pagar itu dibuat begitu rapat. secara kehidupan sosial, itu kurang tepat. 

Ahli Psikologi menjelaskan banyak hal  tentang dampak penggunaan seperti itu. Bila pagar berlebihan, akan muncul egoisme pada pemilik rumah. Lebih jauh lagi, penggunaan pagar yang berlebihan membuat rasa untuk hidup berdampingan menjadi minim. Padahal, hakikat manusia ialah hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Itu bisa terjadi dengan melakukan banyak interaksi sosial.

Padahal, dukungan emosi itu penting dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat unsur empati dan simpati dalam interaksi tersebut. Dua perasaan tersebut akan muncul ketika pembatas atau penghalang yang berupa pagar didesain sedemikian rupa. Pada intinya tidak mengganggu pemilik rumah untuk menyapa dan melihat orang lain di luar pagar. 

Namun, ada rasa keterbukaan yang tinggi pada rumah dengan pagar minimalis. itu pertanda siapapun yang bisa masuk, ramah dan terbuka. Pada dasarnya, semua yang dilakukan tidak boleh berlebihan. Pastikan bahwa hubungan dengan dunia luar terjaga dengan baik. Sebab, hidup bila egois tanpa memperhatikan sekeliling, peristiwa buruk malah dapat terjadi. Seperti rasa kesepian dan putus asa berlebih yang membahayakan.






Continue Reading...

Membangun Rumah Murah





Membangun Rumah Murah, Mungkinkah ?

Harga tanah dan bangunan yang semakin mahal membuat rumah menjadi kebutuhan dasar yang sulit di jangkau. masalah kebutuhan akan perumahan tak hanya di kota-kota besar dan pinggirannya, tetapi juga di pedesaan, terutama bagi masyarakat  menengah dan bawah yang mempunyai budget terbatas untuk membangun atau membeli rumah. tetapi anda tidak perlu khawatir, karena dengan budget terbataspun sebenarnya kita masih bisa membangun sebuah rumah yang layak huni,

Kategori rumah murah, seberapa murah?

Definisi rumah murah sangat relatif. Namun, pengertian rumah di sini bukan berarti rumah murahan yang menggunakan bahan material berkwalitas rendah, tetapi rumah yang didesain agar tetap nyaman dan layak huni serta menggunakan bahan yang berkwalitas baik.

Seperti telah kami utarakan sebelumnya. murah juga bersifat relatif di setiap daerah. sebagai perbandingan, untuk kota-kota besar seperti jakarta, bandung, surabaya, medan yang mempunyai akses dan sarana transportasi yang baik. rumah dengan biaya pembangunaa tak lebih dari 2,2 juta/m2 dapat di kategorikan rumah murah. sementara itu, daerah terpencil diluar pulau jawa  dan sumatra misalnya, tentu membutukan biaya yang jauh lebih besar mengingat sulitnya akses untuk mencapai daerah tersebut - yang berimbas pada mahalnya harga bahan bangunan.

Sebagai perbandingan, biaya pembangunan rumah kelas menengah oleh pengembang dan oleh kontraktor besar umumnya berkisar antara 2,2 juta - 2,8 juta/m2. perlu disadari juga bahwa hunian dari pengembang dibangunan secara masal dan tipikal.

Perlu diketahui, kesepuluh rumah murah yang akan kami tampilkan dalam edisi ini menggunakan jasa arsitek dengan pendekatan konsep desain yang berbeda-beda. bisa dikatakan sepuluh rumah ini bernilai dua kali lebih murah dibandingkan rumah - rumah pengembang berdesain tipikal. Bukan hanya murah biayanya (di bawah 2,2 juta/m2), rumah - rumah tersebut juga lebih istimewa karena semuanya di desain khusus.

Bagaimana Caranya?

Membangun sebuah rumah wajib memperhitungkan biaya  yang diperlukan , untuk menekan biaya yang diperlukan. untuk menekan biaya tersebut, peran arsitek dan pemilihan material menjadi sangat penting. Arsitek dituntut mampu mendesain sekaligus mengatur dan memilih sistem struktur, konstruksi, serta material yang paling efektif dan efesien.

Hal ini mutlak memerlukan kerjasama yang kompak antara arsitek dengan klien dalam memilih material. melalui pengadaan material- material lokal maupun material dengan terobosan teknologi terbaru dari produsen, arsitek dapat mewujudkan rumah berbiaya murah.

Adanya terobosan dan teknologi terbaru dari para produsen material tidak dipungkiri dapat mendorong arsitek menghasilkan desain-desain yang inovatif.. Karena itu, kami sangat mengajurkan peran arsitek dalam proses pembangunan rumah murah. arsitek dapat membuka jalan salam mencari solusi desain dengan tetap mengacu pada budget yang tersedia.





Continue Reading...

mobile setting