harga jasa desain rumah murah online


Unsur Tana Toraja pada Desain Bangunan Masa Kini




Unsur Tana Toraja pada Desain Bangunan Masa Kini



Bagi manusia-manusia modern yang hidup di zaman yang serbamaju, sesuatu yang bersifat tradisional tak sepenuhnya ditinggalkan. Kadang tebersit keinginan untuk kembali menelusuri akar budaya. Salah satu untuk menghadirkan suasana yang berciri tradisional antara lain dengan menerapkan ragam hias lokal pada bangunan. 

Dl Tana Toraja misalnya, banyak ditemukan bangunan yang menerapkan bentuk tradisional Toraja yang bertuiuan menciptakan suasana ruang yang memberi kesan tradisional daerah setempat. Desain bangunannya dirancang dengan prinsip-prinsip modern, tetapi rnenggunakan atap yang menampilkan bentuk mirip atap Tongkonan. rumah adat Tana Toraja.

Dalam bukunya yang berjudul Totaja: Smbolisme Unsut Visual Rumah Tradisional, Hana Ranggina Sarongallo bercerita tentang bentuk sebuah vila di Rantepao. Atap vila tersebut merupakan kombinasi bentuk atap Tongkonan dan atap miring. Hal ini merupakan upaya untuk menampilkan ciri-ciri tradisional meskipun dengan atap miring saja. bangunan di daerah tropis telah memenuhi aspek fungsionalnya.

Dari sudut pandang desain modern yang mengutamakan aspek fungsional, penggunaan kedua bentuk atap tersebut sebenarnya merupakan pemborosan. Namun, ada hal lebih besar yang disasar. Atap tersebut menciptakan impresi tertentu dan mengundang imalinasi orang akan nilai-nilai budaya Toraja, Selain pada bentuk bangunan, unsur tradisional. 

Toraja juga diterapkan dalam interior bangunan modern. Modernisme yang cenderung minimalis kadang dianggap melahirkan bentuk yang seragam dan itu-itu saja sehingga menimbulkan kebosanan. Pemanfaatan unsur etnis dapat menjadi alternatif untuk menjembatani keinginan untuk menyederhanakan bentuk dalam bangunan modern dengan romantisme pada budaya.

Interior beberapa bangunan di Toraja, khususnya penginapan dan hotel, menerapkan unsure-unsur visual tradisional Toraja. Tamu-tamu yang masuk dalam ruangan akan disuguhi suasana rumah di pedesaan Toraja. Hal ini akan membuat mereka benar-benar merasakan atmoster daerah yang mereka kunjungi ini.

Peminjaman unsur tradisional untuk bangunan modern bukanlah hal yang baru. Hal ini misalnya tampak paling jelas pada bangunan-bangunan di Bali, Meski unsur sakral bangunan tradisional kemudian menjadi sedikit terkikis, nilai positifnya adalah kebudayaan yang terejawantah dalam bangunan dapat terus hidup, ini merupakan salah satu cara untuk “mengkinikan” kebudayaan sekaligus memberi karakter pada sebuah daerah.