harga jasa desain rumah murah online


Gaya Arsitektur Peninggalan Hindia Belanda




Gaya Arsitektur Peninggalan Hindia Belanda



Zaman kolonial yang berlangsung di Indonesia selama 300 tahun lebih telah menghadirkan kebudayaan baru. Kebudayaan tersebut muncul dan perpaduan budaya lokal (Jawa) dan asing (Belanda). Budaya India, begitu sebutannya. Sebutan Indas berasal dan istilah Nederlandsch Indie atau Hindia Belanda dalam bahasa Indonesia.

JEJAK budaya Indis yang hingga kini masih dapat dilihat adalah pada gaya arsitektur bangunan kuno di sejumlah tempat. Di antaranya yang hingga saat ini masih terawat dan berdiri kokoh adalah bangunan Institut Teknologi Bandung. Arsitek yang berjasa dalam mendesain dan membangun gedung lembaga pendidikan ini adalah Henri Maclaine Pont (1884 - 1971).

Henri merupakan seorang arsitek berkebangsaan Belanda yang lahir di Meester Cornelis (saat ini Jatinegara). Henri terkenal menjadi arsitek yang mengembangkan dan menyebarkan gaya arsitektur Indis di indonesia.

Penggunaan kata Indis untuk gaya bangunan seiring dengan semakin populernya istilah Indis pada berbagai macam institusi contohnya Partai Indische Bond atau lndische Veeneging.

Arsitektur Indis merupakan asimilasi atau campuran dari unsur-unsur budaya Barat terutama Belanda dengan budaya Indonesia khususnya Jawa. Bentuk rumah bergaya lndes sepintas tampak seperti bangunan tradisional dengan atap berbentuk Joglo Limasan. Pengaruh budaya Barat terlihat pada pilar-pilar besar mengingatkan kita pada gaya bangunan Parthenon dan zaman yunani dan Romawi.

Khusus untuk gedung-gedung perkantoran pernerintahan, dan rumah-rumah dinas para penguasa setempat kala itu masih ditambah lagi dengan atribut-atribut tersendiri seperti payung kebesaran, tombak, dan lain-lain agar tampak lebih berwibawa.

Arsitektur Indis sebagai manifestasi dan nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu ditampilkan lewat kualitas bahan, dimensi ruang yang besar, gemerlapnya cahaya, pemilihan perabot dan seni ukir kualitas tinggi sebagai penghias gedung.