harga jasa desain rumah murah online


Desain rumah untuk Warga Urban




Desain rumah untuk Warga Urban


Sebesar apakah rumah yang kita butuhkan?, khususnya bagi yang tinggal di kota yang padat, kerap kurang peka terhadap pemanfaatan ruang dan kondisi sosial di sekitar.

kerja sama Indonesla-Jeparg yang bertujuan mencari solusi asitektural. Terutama untuk kehidupan urban. Beberapa orang peneliti, konsultandan arsitek dari Indonesia dan Jepang yang terlibat di Atap Jakarta mengamati bahwa pembangunan ruang sering kali belum memperhitungkan kebutuhan ril tentang rumah itu sendiri dan keadaan sosial budaya yang melingkupinya.

Salah satu masalah perumahan yar menonol adalah rumah masih terlalu besar. Momen untuk menyadari apakah rumah kita terlalu besar atau tidak adalah pada saat Lebaran. Rumah terlalu besar ketika kita tidak bisa mengelolanya tanpa pekerja rumah tangga. Ssbagian rumah di Jakarta sangat kompleks, ada kamar tidur yang luas, ruang tamu, ruang keluarga, gudang, dapur,semua terpisah-pisah.

Konsep ruang tamu misalnya, Masihkah kita mernbutuhkan ruang tamu? Pertanyaan saya sebagai arsitek adalah seberapa sering Anda menenma tamu di ruang tamu dalam satu tahun. Sebagian besar berkata satu sampai lima kali, rata-rata tamu yang bukan keluarga. Lalu, apakah kita masih membutuhkan ruang tamu. Ruang tamu itu ruang dan uang yang bisa dipakai untuk hal lain. Ruangtamunya bisa dpotong. uangnya bisa dialokasikan untuk pos Lain “rumah yang tepat adalah yang kompas” yang besar dan pemanfaatan ruangnya sesuai kebutuhan.

Luas rumah juga terkait penggunaan lahan oleh generasi selanjutnya. Marusia senantiasa berkembang biak sementara Bumi tak malu. Jeka setiap oremg dengan egonya masing masing, hanya memikirkan kebutuhan rumah untuk diri atau keluarganya sendin pada saat ini, kita tak bisa menjamin beberapa generasi selanutnya masih punya lahan untuk memenuhi kebutuhan papan.

Rumah bukan sekedar perkara bangunan tempat tinggal. Perencanaan rumah terkait dengan kemampuan mengelola rumah, pola komunikasi antar anggota keluarga. bahkan keberlanjutan hidup generasi selanjutnya. Selayaknya kita memikirkan ulang konsep tentag rumah sebelum bangunan tegak berdiri.